Hukum bagi Orang yang Mengaku Islam Secara Ucapan Padahal Menentang Islam Secara Makna

Jalan-lurus - Terdapat beberapa kelompok yang mendustakan islam secara makna meskipun mereka berafiliasi (menisbatkan diri) kepada islam dengan mereka mengucapkan dua kalimat syahadat (أّشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ), mengerjakan shalat dan berpuasa. Ini dikarenakan mereka telah membatalkan dua kalimat syahadat, mereka telah keluar dari tauhid karena beribadah kepada selain Allah, berarti mereka adalah orang-orang kafir, bukan lagi muslim.


Mereka adalah seperti orang-orang yang meyakini ketuhanan Ali bin Abi Thalib atau al-Khadlir atau al-Hakim bi Amrillah dan selainnya, atau mengatakan perkataan atau melakukan perbuatan yang sama hukumnya dengan keyakinan tersebut.

Hukum orang yang menentang (mengingkari) dua kalimat syahadat adalah dikafirkan secara pasti. Tempat kembalinya adalah neraka jahannam, ia kekal di dalamnya selama-lamanya, siksa baginya di akhirat tidak akan berhenti, tidak ada batas akhirnya dan dia tidak akan pernah dikeluarkan dari neraka.

Barangsiapa yang melaksanakan hak Allah yang paling agung dengan mentauhidkan-Nya, yakni tidak menyutukan-Nya dengan sesuatu apapun dan membenarkan Rasul-Nya shallallahu ‘alayhi wasallam maka ia tidak akan kekal abadi di neraka jahannam. Meskipun ia masuk neraka terlebih dahulu karena maksiat-maksiat yang telah ia lakukan, pada akhirnya dia akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga setelah mendapatkan siksa yang patut ia terima. Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

(يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَفِيْ قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ إِيْمَانٍ (رواه البخاري
Artinya: “(akan) keluar dari neraka orang yang mengatakan tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan dalam hatinya terdapat keimanan paling sedikitpun”. (H.R. al-Bukhari).

Sedangkan orang yang mentauhidkan Allah dan menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan serta menjalankan perintah-perintah-Nya maka ia akan masuk surga tanpa azab, dimana terdapat nikmat-nikmat yang kekal abadi, dengan dalil hadis qudsi yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah semoga Allah meridhainya: Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda: Allah ta’ala berfirman:

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِيِّ الصَّالِحِيْنَ مَا لاَ عَيْنٌ رَأَتْ وَلاَ أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ
Artinya: “Telah aku persiapkan untuk hamba-hambaku yang shaleh nikmat yang belum pernah dilihat oleh mata dan belum pernah didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas di hati manusia. Abu Hurairah berkata: “Bacalah jika kalian mau firman Allah ta’ala:

فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّآ أُخْفِيَ لَهُمْ مِّنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوْ يَعْلَمُوْنَ (سورة السجدة: 17) رواه البخاري في الصحيح
Artinya: “Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang menyenangkan hati sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan”. (H.R. al-Bukhari).

Terimakasih telah membaca artikel tentang Hukum bagi Orang yang Mengaku Islam Secara Ucapan Padahal Menentang Islam Secara Makna. Semoga Allah senantiasa mengkaruniai hidayah, taufiq, dan inayah-Nya kepada kita semua sehingga kita dapat berpegang teguh pada ajaran ahlussunnah waljama'ah dan semoga jalan kita dimudahkan dalam melaksanakan ajaran Islam. aaminn

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hukum bagi Orang yang Mengaku Islam Secara Ucapan Padahal Menentang Islam Secara Makna"

Post a Comment

Contact Form

Name

Email *

Message *